Selamat Datang - 2017 - Instagram @bangunrumahonline


Bangun Rumah : Ngurus Sendiri atau Pake Kontraktor ya?

Saat akan membangun rumah atau renovasi, pasti Bapak/Ibu sering galau dan ragu, apakah akan membangun rumah dan diawasi sendiri ataukah pake jasa Kontraktor. Setelah itu, pasti akan muncul lagi pertanyaan - pertanyaan yang beragam :

Kalau pake Kontraktor mahal gak ya?

Nanti kalau bangunan belum selesai tp Kontraktornya kabur bawa duit gimana dong?

Kalau pake Kontraktor sistem pembayarannya gimana?

Untungnya apa pake Kontraktor?

Dan banyak pertanyaan lainnya …

Nah kami dapat memberikan masukan sbb :

1. Secara umum menggunakan jasa Kontraktor akan lebih simpel dan seharusnya lebih efisien karena semua perencanaan, pelaksanaan hingga pengawasan akan dilakukan oleh Kontraktor. Apalagi jika Bapak/Ibu sangat sibuk atau bekerja setiap harinya. Namun tentunya harus dicari Kontraktor yang memiliki track record baik dan contoh proyek yang nyata berkualitas serta diyakini kebenarannya.

2. Pilihlah Kontraktor yang memberikan harga kompetitif dan skema pembayaran nyaman serta aman, misalnya tanpa DP/uang muka serta pembayaran dengan indikator progress fisik riil sesuai perjanjian kerja sehingga akan menutup kemungkinan Kontraktor membawa lari dana Bapak/Ibu.

3. Kontraktor seharusnya juga memberikan pelayanan yang ramah, komunikatif serta service excellence kepada Bapak/Ibu, baik dari sisi manajemen maupun team lapangan.

4. Kontraktor yang baik tentunya jg akan memberikan benefit yang maksimal serta tidak terlalu hitung-hitungan dengan Bapak/Ibu, semisal gratis desain hingga Bapak/Ibu puas tanpa batasan revisi, konsultasi gratis, maupun layanan lainnya. Paket Design and Build (jasa desain sekaligus dibangun) yg ditawarkan oleh Kontraktor akan memberikan penghematan biaya yg sangat signifikan, dibandingkan dengan Bapak/Ibu meminta desain dari arsitek lain secara terpisah dengan biaya yang cukup besar. Selain itu, Kontraktor yg mampu menyediakan jasa tambahan semisal pembuatan furniture/kitchen set/taman tentunya akan memberikan nilai lebih bagi Bapak/Ibu.

5. Untuk mendapatkan hasil yang bagus, jangan mudah tergiur harga sangat murah dengan janji-janji menggiurkan. Kami menyarankan agar Bapak/Ibu justru hati-hati jika ada penawaran harga terlalu murah karena berdasarkan pengalaman kami ada kemungkinan pengurangan spek material yang tidak diketahui oleh Bapak/Ibu, semisal spek struktur bangunan/pembesian dll yang tentunya malah beresiko di kemudian hari. Tentunya tidak akan ada artinya jika harga sangat murah namun layanan buruk, spek material dibawah standar maupun skema pembayaran tidak nyaman bagi Bapak/Ibu.

Demikian masukan dari kami, semoga bermanfaat, terimakasih.

Teliti Sebelum Membeli Tanah

Saat Bapak/Ibu ingin membeli tanah, seringkali terjadi kita tergiur sebidang tanah dengan harga kompetitif yang lokasinya strategis dan ideal untuk hunian (dekat dengan fasilitas, angkutan umum, dsb). Namun ada baiknya Bapak/Ibu juga memperhatikan hal-hal sbb :

  • Cari informasi dari berbagai sumber tentang reputasi penjual tanah dimaksud. Untuk penjual tanah perseorangan biasanya warga sekitar telah mengetahui reputasi ybs di lingkungan tsb. Saat ini banyak mafia tanah yang berani mengklaim kepemilikan tanah di suatu tempat (biasanya tanah yang tak diurus oleh pemiliknya) dan mafia ini hanya berbekal dokumen palsu/tidak akurat. Mereka biasanya menjanjikan kepada calon pembeli akan mengurus dokumen sertifikatnya segera, namun setelah pembayaran dilakukan dokumen tak kunjung terealisasi.
  • Gali info juga dari warga sekitar soal riwayat tanah tersebut untuk mengetahui adanya kemungkinan sengketa, resiko banjir/bencana alam dan kendala lain.
  • Mintalah copy sertifikat kepada penjual untuk dilakukan pengecekan ke Kantor Pertanahan setempat untuk menjamin keaslian dan mencegah sertifikat ganda.
  • Jangan lupa membawa copy sertifikat dimaksud ke Suku Dinas Perijinan Bangunan setempat misal di Kecamatan/Kotamadya/Kabupaten untuk mengetahui status tanah tsb, apakah dapat diterbitkan ijinnya atau tidak (misal Ijin mendirikan Bangunan - IMB) serta ketentuan lain yang terkait.
  • Kami menyarankan agar tanah yang dibeli berstatus Sertifikat Hak Milik (SHM), dapat dikeluarkan ijinnya (misal IMB), pembayaran pajak (PBB) yang rutin serta marketable secara ekonomis (gampang dijual/disewakan dengan nilai tinggi). Hal ini berguna untuk kepastian hukum tanah/rumah kita dan sangat berguna jika suatu saat akan dijaminkan untuk pembiayaan ke bank, mengingat syarat diatas mutlak diwajibkan oleh perbankan.

Silahkan Bp/Ibu berkomunikasi dengan kami, dengan senang hati kami akan sharing pengetahuan yang kami miliki.

Persiapan Membangun/Renovasi Rumah

Sebelum Bp/Ibu membangun maupun merenovasi rumah/properti, kami menyarankan beberapa hal sbb :

  1. Diskusikan dengan keluarga rencana kebutuhan ruangan, fungsi, estetika maupun hal-hal spesifik yang diinginkan dalam rumah yang akan dibangun. Hal ini agar proses pembangunan lebih efektif dan efisien dan menghindari adanya revisi proyek yang mengharuskan pembongkaran terhadap bangunan yang terlanjur jadi. Tentunya hal seperti ini akan membuang waktu dan biaya yang seharusnya tidak perlu. Seringkali revisi minor sekalipun dapat mempengaruhi pekerjaan secara keseluruhan misal terkait struktur bangunan yang harus kita perbaiki, tentunya hal ini sebisa mungkin dapat dihindari untuk menghemat anggaran Bp/Ibu serta efektifitas pelaksanaan proyek.
  2. Hitung kembali budget Bp/Ibu termasuk dana cadangan seandainya ada perubahan baik spesifikasi material maupun hal tak terduga lainnya yang dapat mempengaruhi nominal RAB/budget. Besarnya dana cadangan dapat bervariasi, namun umumnya 5% hingga 20% dari total budget awal. Meskipun klien telah menyetujui rencana anggaran (RAB) sejak awal namun hal semacam ini seringkali terjadi dan tidak bisa dihindari karena klien berubah pikiran saat proses pembangunan/renovasi sedang berjalan. Hal seperti ini wajar terjadi mengingat rumah adalah tempat yang kita impikan dan kita berusaha membuatnya sebagus dan senyaman mungkin. Misal pada saat awal klien menyetujui pemakain lantai keramik, namun bisa jadi klien tiba-tiba tertarik untuk menggantinya dengan lantai granit setelah berkunjung ke rumah teman. Kasus lain, klien awalnya hanya ingin membangun/renovasi kamar tidur dan dapur, namun pada perjalanannya pengin juga memperindah tampilan fasad depan.
  3. Pastikan proses pembangunan maupun renovasi telah memenuhi ketentuan yang berlaku, misal terkait Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dsb. Terkait hal ini juga dapat di komunikasikan dengan kami.
  4. Konsultasikan dengan kami segala aspek yang Bp/Ibu inginkan secara detil sehingga kami bisa memberikan saran dan solusi yang akurat dan lengkap.
  5. Pelajari RAB dan detil teknis yang kami berikan, meskipun Bp/Ibu tidak terbiasa dengan hal-hal bersifat teknis, namun kami menyarankan agar sebisa mungkin RAB dan dokumen terkait dapat Bp/Ibu pahami mengingat proses pekerjaan proyek akan merujuk ke dokumen tsb. Kejadian yang kadang terjadi, klien tidak membaca dokumen sehingga asumsi detil pekerjaan tidak sesuai yang dibayangkan oleh klien baik menyangkut spesifikasi material, hasil bangunan jadi maupun asumsi biaya.
  6. Selama proses pelaksanaan proyek, usahakan Bp/Ibu ikut serta memonitor pelaksanaannya meski hanya berkala (misal seminggu sekali). Hal ini untuk lebih meyakinkan Bp/Ibu bahwa pelaksanaan telah sesuai harapan. Selain itu kunjungan berkala tsb juga berguna untuk mendiskusikan dengan kami adanya hal-hal maupun kendala yang mungkin muncul belakangan (tidak diprediksi dari awal). Misal dalam proses renovasi, di rencana dan anggaran awal klien meminta penggunaan kusen lama (tidak diganti) namun ternyata setelah dibongkar kusen kayu tsb baru terlihat telah keropos bagian dalamnya, tentunya hal semacam ini perlu didiskusikan dgn klien.
  7. Komunikasikan dengan kami segera jika ada masukan, perubahan, komplain maupun hal-hal yang dirasa perlu, sehingga dapat dicarikan solusi bersama-sama.

Demikian tips singkat dari kami, semoga dapat membantu Bp/Ibu yang ingin mewujudkan rumah idaman yang nyaman.